Jelajahi Karya Terbaik
Temukan inspirasi dari proyek kreatif siswa dan alumni terbaik kami
Menampilkan 15 portfolio
Proyek ini bertujuan untuk membagi jaringan menjadi beberapa segmen (seperti Teknisi, Guru, dan Siswa) menggunakan fitur VLAN untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi traffic broadcast. Selain itu, diterapkan sistem Hotspot dengan limitasi bandwidth per user untuk memastikan distribusi internet yang adil dan terpantau
Dokumentasi ini berisi proses ujian sertifikasi BNSP mulai dari awal hingga akhir, termasuk kegiatan, materi, dan hasil ujian sebagai bukti kompetensi yang dimiliki.
Proyek ini merupakan demonstrasi kompetensi Junior Network Administrator dalam membangun infrastruktur jaringan yang efisien menggunakan MikroTik. Saya mengimplementasikan segmentasi jaringan melalui VLAN , manajemen IP otomatis dengan DHCP Server , serta keamanan jaringan menggunakan Firewall Filter Rules untuk membatasi akses antar divisi (TEKNISI ke ADMIN). Selain itu, proyek ini mencakup penyediaan akses internet publik melalui layanan Hotspot dengan autentikasi berbasis web dan Manajemen Bandwidth (Simple Queue) sebesar 5M per user untuk memastikan stabilitas koneksi
Project ini mengimplementasikan segmentasi jaringan menggunakan metode VLAN pada perangkat MikroTik untuk memisahkan trafik antara departemen Admin, Teknisi, dan Hotspot guna meningkatkan keamanan dan efisiensi. Konfigurasi ini mencakup pengaturan Trunking, DHCP Server, Internet NAT, serta fitur Hotspot dengan autentikasi portal. Selain itu, diterapkan manajemen bandwidth melalui Simple Queue sebesar 5 Mbps per segmen dan kebijakan Firewall Filter untuk membatasi hak akses antar jaringan lokal.
Deskripsi Jaringan Pada perancangan awal, jaringan menggunakan metode VLAN dengan switch untuk membagi jaringan menjadi ADMIN, TEKNISI, dan HOTSPOT. Namun, karena keterbatasan perangkat (tidak tersedia switch managed), implementasi dilakukan dengan menggunakan interface langsung pada MikroTik. Pembagian jaringan dilakukan sebagai berikut: ether1 sebagai WAN (internet) ether2 untuk ADMIN ether3 untuk TEKNISI ether4 / wlan untuk HOTSPOT Meskipun tanpa VLAN, segmentasi jaringan tetap berjalan dengan memanfaatkan pemisahan interface, sehingga seluruh kebutuhan seperti DHCP, NAT, firewall, hotspot, dan manajemen bandwidth tetap dapat diterapkan.
Proyek ini bertujuan untuk mengkonfigurasi jaringan Mikrotik tanpa menggunakan VLAN, dengan pembagian jaringan berbasis port Ethernet. Setiap port digunakan untuk kebutuhan jaringan yang berbeda, yaitu Admin, Teknisi, dan Hotspot. Konfigurasi meliputi pengaturan IP Address, pembuatan DHCP Server untuk setiap segmen, penerapan NAT agar seluruh jaringan dapat mengakses internet, serta penyesuaian firewall untuk membatasi akses antar jaringan tertentu.
Project ini merupakan implementasi jaringan menggunakan perangkat MikroTik fisik dengan konsep segmentasi jaringan untuk memisahkan akses antara Admin, Teknisi, dan User (Hotspot). Meskipun perencanaan awal menggunakan VLAN, keterbatasan perangkat switch yang tidak mendukung VLAN membuat implementasi dilakukan dengan metode alternatif, yaitu pemisahan jaringan berdasarkan interface fisik pada MikroTik. Setiap jaringan dikonfigurasi dengan IP address, DHCP Server untuk distribusi IP otomatis, serta NAT agar seluruh client dapat mengakses internet. Selain itu, diterapkan firewall untuk membatasi akses antar jaringan guna meningkatkan keamanan, serta fitur Hotspot sebagai sistem autentikasi pengguna sebelum mengakses internet.
Project ini merupakan implementasi jaringan menggunakan MikroTik berbasis VLAN 10 (ADMIN), VLAN 20 (TEKNISI), dan VLAN 30 (HOTSPOT) dengan konfigurasi DHCP Server, NAT, Firewall Filtering, Hotspot Authentication, serta manajemen bandwidth 5 Mbps tiap VLAN. Project dibuat sebagai simulasi dan implementasi skema sertifikasi Junior Network Administrator (BNSP).
Topologi jaringan ini menggunakan MikroTik sebagai router utama yang terhubung ke internet melalui ether1 (WAN), lalu didistribusikan ke switch melalui ether2 (trunk). Jaringan dibagi menjadi 3 VLAN untuk memisahkan akses dan meningkatkan keamanan: VLAN10 (Admin) – 192.168.10.0/24 VLAN20 (Teknisi) – 192.168.20.0/24 VLAN30 (Hotspot) – 192.168.30.0/24 Dengan segmentasi VLAN, jaringan menjadi lebih aman, rapi, mudah dikelola, serta performa lebih optimal. Cocok diterapkan pada kantor, sekolah, maupun usaha skala kecil-menengah. Konfigurasi MikroTik disesuaikan dengan topologi jaringan di atas, mencakup VLAN, trunk port, routing, DHCP, NAT, dan manajemen akses.
Konfigurasi MikroTik: Setup IP, Firewall, Bandwidth, dan Hotspot Manajemen.
Project ini bertujuan untuk membangun dan mengelola layanan hotspot berbasis MikroTik menggunakan perangkat hAP ac lite. Sistem ini dirancang untuk menyediakan akses internet kepada pengguna melalui autentikasi akun (username dan password), serta dilengkapi dengan pilihan paket akses yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Selain itu, jaringan dibagi menjadi beberapa segmen seperti ADMIN, TEKNISI, dan HOTSPOT untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi pengelolaan jaringan. Setiap segmen memiliki pengaturan IP address, DHCP server, serta pembatasan bandwidth masing-masing. Konfigurasi juga mencakup pengaturan firewall untuk mengontrol lalu lintas jaringan, NAT untuk koneksi internet, serta queue untuk manajemen kecepatan. Halaman login hotspot dibuat menggunakan Mikhmon dengan tampilan user-friendly yang menyediakan berbagai pilihan paket internet.
Proyek ini mencakup langkah-langkah konfigurasi perangkat MikroTik untuk mengoptimalkan jaringan lokal melalui implementasi VLAN (Virtual LAN) guna memisahkan trafik antar divisi. Selain itu, dikonfigurasi pula fitur Hotspot sebagai sistem autentikasi pengguna, lengkap dengan manajemen bandwidth (Limit Queue) dan pembuatan voucher untuk akses internet yang teratur dan aman.
Menampilkan 1 hingga 12 dari 15 hasil